Senin, 25 Mei 2020

Aku ingin kembali ke 2017

Hai semua...
Tau gak?...
Ternyata lebih menyedihkan bercerita tentang kisah nyata yang di alami langsung.
Daripada menggambarkan tentang oranglain.
Lebih feeling aja gitu kayanya ya.

Disini...
Saya terlalu eksplisit nunjukin cerita ini buat siapa.
Kilas balik masa lalu yang selalu membuatku ingin kembali bertemu dengannya sebentar aja.

Namanya Lisa
Kita saling mengenal secara tak sengaja, waktu itu di depan kelas.
Saat kita baru mulai bangku sekolah atas.

"Hai, kamu Abduh ya?" Tanyanya
"Kamu pacarnya tiwi kan?" Sambungnya

"Iya, benar" Jawabku
"Ko tahu?" Tanyaku heran

"Tau dong" Jawabnya 
"Aku kan temennya" Sambungnya

Dari situ perkenalan pertama kita dimulai, tidak ada apa-apa yang terjadi.
Hanya sebatas saling mengenal saja.

Oh iya dia itu jurusannya hotel, kalo saya itu komputer.
Kalo di nilai dari bentuk fisiknya.
Dia itu tinggi sama sepertiku
Rambutnya panjang sepinggang, kalo tak di ikat.
Dia juga punya tahi lalat yang sama di bawah mata kanannya sama sepertiku.
Ulangtahunnya 24 November, kali ini hanya angka 24 sama sepertiku, saya 24 September.

Sampai akhirnya, kita mulai dekat secara tidak di sengaja saat kelas 11 SMK.
Saat hubunganku dengan Tiwi udah selesai.
Sayangnya, dia udah punya pacar.

Saat itu semuanya berjalan normal, sampai akhirnya saya di jebak atau terjebak samalah intinya.
Dia lebih sering bicara denganku, saat pacarnya gak ada.
Menceritakan bagaimana pacarnya membuatnya kecewa.
Aku senang menghiburnya, aku tak ingin melihatnya menangis dan bersedih.

Ada momen waktu itu
Dia sedang duduk di lorong kantin bersama ketiga temannya
Aku lewat karena ingin pergi ke belakang sekolah

"Hai Lisa, kamu lagi apa?" Tanyaku
"Lagi kabur dari pelajaran kelas aja" Jawabnya

Aku mengulurkan tangan, dia menggapainya

Tanpa disadari, di ujung lorong kantin.
Ada pacarnya yang ngeliatin dengan sinis mata melotot.
Aku berjalan melewatinya tanpa rasa hormat, mendonga leher dengan sombong.
Setelah berlalu melewati nya, aku menatap ke belakang sambil mata sinis.
Sungguh saya siap berantem hari itu, kalo dia siap.

Sampai akhirnya, dia sudah tidak nyaman di posisi ini.
Posisi yang dia buat sendiri.
Dia bilang, dia mencintaiku dan mencintainya
Dia takbisa memilih, dan dia juga tak ingin aku pergi.

Sungguh perasaan yang berkecamuk.
Belum ketemukan jati diriku, kalo aku laki-laki sejati, tentu aku tidak ingin jadi pilihan.
Aku mencintainya sungguh.

Tiba akhirnya, dia menolakku
Karna dia lebih nyaman kita cuma sebagai Abang Adik.
Lebih spesifik, dia menilai ku terlalu kaku, dia takut bila nanti aku kekang.

Sungguh ini sebuah pengkhianatan atas apa yang udah ku perjuangkan.
Kalo tau ujungnya endingnya berdarah, aku lebih baik mati di awal.
Daripada berjuang sampai akhir, kalo sakithatinya dibawa mati.


Saat kelulusan sekolah telah tiba, sekolah kita rencana jalan-jalan ke Yogyakarta.
Sebelum berangkat, aku ingin menyiapkan momen terakhir ku bertemu dia.
Karna ku pikir, ini bakal Last moment.
Aku siapkan hadiah terbaik untuk dia simpan selamanya.


Kita dipisahkan oleh 3 bus, tergantung jurusannya masing-masing.
Tiba disana, aku bertemu dia disana lebih dekat ngobrol lebih dekat.
Ini pertamakalinya momen saya bisa lebih dekat dengannya.
Selama ini, kita hanya sebatas via WhatsApp tidak pernah ada kesempatan untuk duduk berdua bersama. Ya karena dia udah punya pacar si.

Aku ingat.
Kita mulai janji untuk jalan berdua.
Setelah dia selesai keliling keraton Jogja dengan teman-teman nya.
Dari situ, aku minta waktunya.
Untuk habiskan last momen denganku, aku tersanjung dia mau menerimanya.
Dari keraton Jogja, kita pergi ke Malioboro.
Pake delman istimewa, hari itu delmannya jadi istimewa.
Karna aku bisa duduk berdua di sampingnya.


Sampai di Malioboro.
Kita jalan berdua mengelilingi pasar.
Sungguh ku nikmati momen saat bersamanya.
Dengan pede-nya aku, menawarimu untuk beli apapun yang dia suka.
Padahal duitku cuma 2 lembar. Hiks
Dia kelelahan, ingin duduk.
Di tepi jalan, ada cappucino cincau hanya itu yang dia minta gak lebih.

Segenap perasaanku akan ku korbankan untuk membahagiakanmu apapun yang kau minta.

Dari situ, rombongan bis kita harus segera berangkat kembali.
Kita tiba di Candi Borobudur...
Aku mencarinya...
Dia ada di gedung seperti sebuah ruangan theater.
Aku menghampirinya, untuk meminta waktu lebih intens untuk kembali ngobrol berdua.
Tentang perasaan kita...


Di depan gedung ruangan theater...
Ada pohon besar rindang, kita berdua disitu..
Aku siapkan hadiah ku yang udah ku siapkan sebelumnya.
Aku memintanya untuk membuka, dia sangat senang sekali melihat hadiah itu.
Hadiahnya kalung ada khiasan kucing disitu.
Dia senang sekali, matanya bersinar, senyumnya lebar. Sungguh aku tak pernah melihat dia tersenyum karnaku secara langsung.
Spontan dia membalikkan badan, memintaku memasangkan kalungnya itu.
Aku tersentak, bingung dan grogi.
Aku menolaknya...
Sungguh itu buatku menyesal seumur-umur.

Disitu aku meminta beberapa foto, secara mengejutkan tiba-tiba dia melingkar di leherku sambil memelukku hangat.
Sungguh hatiku gemetar, jantungku berdetak lebih kencang dari frekuensi biasanya
Entah kenapa, dia tak mengirim foto itu..
Hanya tersisa satu foto yang akan ku simpan selamanya. 


Di bawah pohon ini, kita saling bicara..
Dia lebih nyaman menganggap ku abangnya.
Dia memintaku untuk mengerti.
Aku mencoba untuk mengerti.


Kita dipisahkan oleh jarak dan perasaan.
Sampai kini, kalo diminta tentu aku ingin kembali ke 2017 di mana aku masih bisa melihatmu.


Aku hanya ingin kau tahu, kalo aku pernah menyayangimu setulus itu..
Kau tahu, dirimu akan selalu ada tempat dihatiku.
Meskipun sebagai teman sebagai Abang yang menjaga dan menyayangi.


Sekarang dia kembali ke pacar lamanya
Putus jeda 2tahunan, tapi di tulis anniversary 4 tahunan



Selamat bahagia & sukses
Abangmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar